Apa yang Dimaksud dengan PPh Final?

Beda jenis penghasilan, beda juga Pajak Penghasilannya. Penghasilan dapat dibagi menjadi 3 kelompok, yaitu:

  • Penghasilan yang dikenakan PPh Non Final
  • Penghasilan yang dikenakan PPh Final
  • Penghasilan yang bukan objek PPh

Secara default, penghasilan dikenakan PPh Tidak Final. Penghasilan bisa dikenakan PPh Final ataupun menjadi bukan objek PPh jika ada peraturan yang mengatur secara khusus.

Jika PPh bersifat tidak final, maka dasar pengenaannya adalah dari Penghasilan Neto. Apa itu Penghasilan Neto? Penghasilan Neto adalah penghasilan yang sudah dikurangi dengan biaya terkait, atau dengan kata lain dari Laba.

Sedangkan jika PPh bersifat final, maka dasar pengenaannya adalah dari Penghasilan Bruto, atau dengan kata lain dari Omzet Kotor.

Sebagai perbandingan:

  • Orang Pribadi yang menjalankan usaha dan melakukan pembukuan, maka PPh nya adalah dari laba.
    Misal: omzet 2 miliar, biaya 1,4 juta, sehingga laba 600 juta. Maka PPh dikenakan dari laba tersebut (dikurangi PTKP dan pengurang lain jika ada). Tarif PPh Orang Pribadi adalah tarif progresif 5%, 15%, 25%, dst.
  • Orang Pribadi yang menjalankan usaha dan menggunakan fasilitas UMKM, maka PPh nya adalah dari omzet.
    Misal: omzet 2 miliar, PTKP UMKM Orang Pribadi 500 juta. Maka PPh dikenakan dari 1,5 miliar x tarif 0,5%.

Contoh Penghasilan tidak final:

  • Penghasilan usaha dari pekerjaan bebas
  • Penghasilan bunga pinjaman non bank
  • Penghasilan sewa aset selain tanah dan/atau bangunan
  • Penghargaan dan hadiah

Contoh Penghasilan final:

  • Penghasilan usaha UMKM (yang memenuhi kriteria)
  • Penghasilan bunga bank (tabungan, deposito, dll)
  • Penghasilan sewa tanah dan/atau bangunan
  • Penjualan saham di bursa, penjualan kripto
  • Penghasilan jasa konstruksi
  • Penghasilan dividen yang tidak diinvestasikan kembali
  • Penghasilan istri dari satu pemberi kerja

Disclaimer:

  • Penjelasan dalam artikel ini dimaksudkan sebagai penjelasan secara umum dengan bahasa yang praktis. Sehingga mungkin tidak menggunakan bahasa teknis yang sempurna.

Post terkait:

Leave a comment